Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka." Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang (QS 33:59).


Personal
Hobbies Blogs - Blog Rankings Web Directory
Top Blogs blog-indonesia.com

Perisai Diri it's My Style

(16 Januari 2011) Ini adalah moment dimana saat itu diadakan syuro' mengenai keorganisasian dan dilanjutkan dengan pengaplikasian/penerapan serta pembenaran sikap yang dibimbing langsung oleh Dewan Pendekar

Class Meet Kelas X(X-4)

Moment ini diambil saat class meet kelas X,ini sedang beristirahat melepas lelah setelah tanding futsal dengan kakak kelas S-2 yang kelasku habis dibantai dengan skor 6-1

We are the Champion

Team futsal kebanggan kelas Sinfony(Science Four Community) yang beranggotakan Denta,Dimas,Hendi,Herlambang,Rega,Nugroho,Rizal,Shella,Tabah dan Jeff yang Alhamdullilah atas Ridhlo Allah SWT bisa mempertahankan gelar juara 1 Classmeet Futsal 2x berturut-turut

Pentas Seni SMANESA Season II

Moment ini diambil saat aku masih kelas XI tepatnya XI-A4, Salah satu kenang-kenangan yang indah

Keluarga Besar Kampung Sinfony

Keluarga besar sinfony saat merayakan kemenangan classmeet futsal semester 2

www.voa-islam.com
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan

AHLAN WA SAHLAN YA RAMADHAN

AHLAN WA SAHLAN YA RAMADHAN
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh. Kaum muslimin dan muslimat yang dicintai dan dirahmati Allah !
Waktu begitu cepat berlalu, bulan demi bulan terus berjalan, dan - insya Allah – sebentar lagi kita menyambut datangnya bulan Ramadhan 1431 H. Bulan diwajibkan berpuasa bagi orang-orang beriman sebagai tarbiyah untuk mengantarkan mereka ke derajat muttaqiin.. Puasa bermakna imsak atau menahan diri dari makan, minum dan segala sesuatu yang membatalkannya dari waktu fajar sampai tenggelam matahari. Esensi puasa bermakna pengendalian diri dari hal-hal yang merusak dan dari memperturutkan selera hawa nafsu. Dan di antara hikmah dari ibadah Ramadhan adalah adanya kebersamaan saat ifthor dan saat memulai puasa, kebersamaan dalam ibadah shalat Fardhu dan shalat Tarawih serta kebersamaan dalam aktifitas ibadah lainnya. Kebersamaan ini juga diharapkan terjadi pada penetapan awal Ramadhan dan Idul Fitri. Kesiapan bersatu dalam hal yang prinsip adalah bentuk kematangan dalam beragama, sebagaimana kesiapan berbeda dalam cabang agama adalah bentuk toleransi dan kedewasaan dalam beragama. Bulan Ramadhan datang pada saat umat muslim membutuhkan kekuatan iman dan ruhiyah untuk menghadapi kondisi sulit dan berat dalam kehidupan mereka. Dan dengan datangnya bulan Ramadhan, Allah SWT. memberikan tambahan energi kekuatan iman dan ruhiyah, sehingga posisi mereka meningkat naik jauh melebihi permasalahan yang dihadapinya. Maka dalam suasana keimanan dan ruhiyah yang kuat, umat muslim dapat sukses mengatasi segala
permasalahan hidupnya. Bulan Ramadhan tahun ini, kondisi umat muslim di dunia Islam masih memprihatinkan, terutama di Palestina yang masih terjajah, masjidil Aqso di bawah cengkraman penjajah Zionisme Yahudi. Upaya relawan Internasional untuk menembus blokade Israel terhadap Gaza masih menemui hambatan yang besar. Dengan dibombardirnya relawan Internasional diatas kapal Mavi Marmara, Zionisme Israel telah membuktikan dirinya bukan hanya menjadi musuh
umat Islam, tetapi musuh umat manusia se dunia. Kondisi negeri muslim yang lain seperti di Irak, Afghanistan, Mesir, Pakistan, Tunisia dll. Mesih
sangat memprihatinkan. Mereka belum mendapatkan hak kemerdekaannya secara sempurna. Sementara itu umat muslim yang tinggal di negara-negara minoritas muslim, seperti, Cina, India, Thailand, Burma, Philipina, negara-negara Eropa dan Amerika, masih jauh dari nilai-nilai ideal.
Sedangkan di dalam negeri Indonesia masih sibuk mengurusi problem internal dalam negeri, seperti mahalnya kebutuhan pokok, pendidikan dan kesehatan.
Dalam suasana seperti ini, bulan Ramadhan datang. Bulan Ramadhan bukan untuk membuat umat muslim lemah, lesu dan tidak berdaya, karena melaksanakan ibadah shaum, tilawah Al-Qur’an dan Tarawih. Tetapi Ramadhan harus membuat umat muslim lebih kuat, bersatu, bersemangat, berani dan berjihad membebaskan dominasi musuh-musuhnya, baik musuh berupa syahwat dan syetan maupun musuh dari orang-orang kafir yang mengadakan kerusakan di muka bumi. Demikianlah yang terjadi dalam perjalanan sejarah umat muslim di bulan Ramadhan. Memasuki momentum Ramadhan yang sangat baik ini, umat muslim harus mempersiapkan diri dengan baik sehingga Visi Ramadhan dapat tercapai, yaitu terealisirnya ketaqwaan. Ketaqwaan yang sebenarnya diseluruh lapangan kehidupan. Ketaqwaan di rumah, di masjid, di kantor, di
sekolah dan kampus, di pasar, dan ketaqwaan dimana saja kita berada. Ketaqwaan inilah yang melahirkan keberkahan dari langit dan bumi, pembuka pintu rahmat Allah SWT dan jalan keluar
dan solusi atas segala krisis multidimensional. “Jikalau Sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, Maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya” (QS Al-A’raaf 96). Pada saat yang sama, krisis inilah yang menimpa umat manusia, krisis keimanan dan ketaqwaan. Maka terjadilah krisis susulan, seperti ; pembunuhan atas manusia tanpa hak, pemerkosaan, perzinahan, seks bebas, aborsi dan pornografi, penggunaan NARKOBA dan minuman keras, pencurian hutan dan perusakan alam, perampasan hak orang lain, KKN, penganiayaan dan kezhaliman serta pelanggaran lainnya. Demikian juga musibah demi musibah tidak kunjung berhenti. Oleh karenanya penghentian atas krisis tersebut harus dimulai
dari akar krisis dan akar permasalahannya. Solusi atas krisis secara horizontal harus dimulai dengan mendidik manusia menjadi insan bertqwa sehingga mampu menahan diri dari pelanggaran-pelanggaran dan tunduk pada Allah dan hukum Islam. Dan solusi krisis secara vertikal dengan menegakkan Syari’ah Islam dalam masyarakat dan pemerintah sehingga mereka takut akan sanksi dan tidak melanggar larangan-Nya. Syari’ah Islam memberi rahmat bagi manusia, menjamin hak beragama, hak
hidup, hak pemilikan harta, hak berfikir dan berpendapat, hak terpeliharanya kehormatan dan keturunan. Kesinilah langkah harus ditujukan, pikiran dicurahkan, gerakan reformasi diarahkan, segala tenaga dikerahkan.
Marilah kita mempersiapkan dan memasuki bulan Ramadhan dengan bekal yang maksimal, bekal ruhiyah, fikriyah dan jasadiyah. Persiapan ruhiyah dengan memperbanyak ibadah, seperti memperbanyak membaca Al-Qur’an saum sunnah, dzikir, do’a dll. Persiapan fikriyah dengan mendalami ilmu yang terkait dengan ibadah Ramadhan. Dan persiapan jasadiyah dengan menjaga kesehatan, kebersihan rumah, masjid dan lingkungan. Menyiapkan harta yang halal untuk bekal ibadah Ramadhan.
Bulan Ramadhan adalah bulan yang terbaik (sayyidusyuhur), dan mengandung seluruh
sebutan, nama dan makna yang baik, oleh karenanya umat muslim harus meningkatkan semua potensi kebaikannya di bulan Ramadhan. Bulan Ramadhan adalah bulan puasa (Syahrus Siyam), bulan ibadah (Syahrul Ibadah), bulan Al-Qur’an (Syahrul Qur’an), bulan ampunan dan kembali (Syahrul Maghfirah wal Inabah) bulan kepedulian dan solidaritas (Syahrul Muwaasaah), bulan pembinaan (Syahrut Tarbiyah), bulan jihad (Syahrul Jihad), bulan kesabaran (Syahru Shabr) bulan ketaqwaan (Syahrut Taqwa) dll.
Bulan Ramadhan sebagai bulan puasa (Syahrus Siyam), berarti umat muslim harus berpuasa dengan baik dan meningkatkan ibadah puasanya. Melaksanakan ibadah puasa (shaum) dengan hati yang ikhlas dan penuh pemahaman serta memperhatikan segala adab dan sunnah-sunnahnya. Para ulama berpendapat bahwa berpuasa memiliki tingkatan-tingkatan, maka puasa kita harus terus meningkat dari tahun-ketahun. Puasa bukan hanya menahan makan, minum dan yang membatalkan dari terbit fajar sampai tenggelam matahari, tetapi puasa dari segala yang diharamkan Allah, dan puasa yang dapat mengantarkan pada ketaqwaan. Bulan Ramadhan merupakan bulan ibadah (Syahrul Ibadah), bulan yang sangat kondusif untuk meningkatkan ibadah, pintu surga dibuka, pintu neraka ditutup dan syetan dibelenggu. Semua ibadah di bulan ini pahalanya dilipatgandakan. Siangnya diisi dengan siyam, malamnya diisi
dengan qiyam (sholat tarawih) .Dan diantara waktu siang dan malam diisi dengan tilawah, dzikir, do’a dan ibadah lainnya. Puncak ibadah Ramadhan ketika memasuki 10 hari terakhir, orang beriman sangat dianjurkan untuk beri’tikaf di masjid. Bahkan Allah berikan salah satu malam, yaitu Lailatul Qodar (malam kemuliaan) lebih baik dari 1000 bulan. Rasulullah saw bersabda:
"Sungguh, telah datang kepadamu bulan yang penuh berkah, dimana Allah mewajibkan kamu berpuasa, dibuka pintu-pintu syurga, ditutup pintu-pintu neraka, dibelenggu setan-setan. Di dalam Ramadhan terdapat malam yang nilainya lebih baik dari seribu bulan. Maka barangsiapa yang tak berhasil memperoleh kebaikan Ramadhan sungguh ia tidak akan mendapatkan itu buat selama-lamanya." (Riwayat Ahmad, Nasaa'i dan Baihaqy). Bulan Ramadhan adalah bulan diturunkannya Al-Qur’an (Syahrul Qur’an), umat muslim harus lebih bersungguh-sungguh lagi dalam berinteraksi dengan Al-Qur’an. Berinteraksi secara utuh, baik secara tilawah, hafalan, pemahaman, pengamalan dan mengajarkan. Menumbuhkan semangat mencintai Al-Qur’an dan ahlul Qur’an, mensosialisasikan Al-Qur’an di tengah keluarga muslim dan masyarakat muslim serta menciptakan genarasi Al-Qur’an. Al-Qur’an diturunkan di bulan Ramadhan dan surat yang pertama turun adalah surat al-Alaq yang berisi perintah membaca. Maka jadikanlah Al-Qur’an sebagai pedoman hidup dan pengawal
kebangkitan Islam Allah SWT. berfirman:
Sesungguhnya Al Qur'an ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus dan
memberi khabar gembira kepada orang-orang Mu'min yang mengerjakan amal saleh bahwa bagi mereka ada pahala yang besar” (QS Al-Israa’ 9)
Bulan Ramadhan adalah bulan ampunan dan kembali (Syahrul Maghfirah wal Inabah), dimana pintu ampunan terbuka lebar dan bulan kembali pada Allah dan ajaran Islam. Suatu kesempatan tahunan yang teramat mahal jika disia-siakan untuk meraih ampunan Allah dan kesempatan untuk kembali kepada Allah. Dari Abu Hurairah ra, dari Nabi saw bersabda,” Siapa yang berpuasa Ramadhan dengan penuh
keimanan dan perhitungan, diampuni dosanya yang telah lalu. Siapa yang shalat malam di Lailatul Qadr dengan penuh keimanan dan perhitungan, diampuni dosanya yang telah lalu”(Muttafaqun ‘alaihi) .
Jika awal malam Ramadhan datang, syetan dan jin jahat di belenggu, pintu neraka di tutup, tidak ada satu pintupun yang dibuka, pintu surga dibuka, tidak ada satupun pintu yang ditutup, dan setiap malam penyeru berkata, “ Wahai pencari kebaikan datanglah, wahai pencari keburukan, berhentilah dan Allah memerdekakan dari api neraka, dan itu setiap malam” (HR at-Tirmidzi, Ibnu Majah, Al-Hakim dll).
Bulan Ramadhan adalah bulan kepedulian dan solidaritas (Syahrul Muawaasaah), umat muslim harus meningkatkan kepedulian dan solidaritas di bulan Ramadhan terhadap saudaranya yang kurang beruntung dari segi ekonomi dan sosial, yang terkena musibah dan yang sedang berjihad. Lebih khusus lagi, kepedulian dan solidaritas terhadap para mujahidin, para korban perang, anak-anak yatim, ibu-ibu janda, orang tua dan semua yang terzhalimi di Palestina. Di bulan ini Rasulullah saw mencontohkan dan menganjurkan orang-orang beriman untuk memperbanyak infak, lebih khusus lagi memberi makan orang-orang yang berpuasa. "Dari Ibnu Abbas ra berkata, Rasulullah saw, adalah orang yang paling pemurah, dan lebih pemurah lagi di bulan Ramadhan ketika bertemu Jibril, beliau bertemu setiap malam bulan Ramadhan membimbing bacaan Al-Qur’an Rasul saw. Dan Rasulullah adalah orang yang sangat pemurah dalam kebaikan lebih dari angin yang berhembus” (HR Bukhari)
“Siapa yang memberi makan orang yang berpuasa, maka seperti pahala orang yang berpuasa, dengan tanpa dikurangi pahala dari orang yang berpuasa tersebut sedikitpun” (HR Ahmad, At-Tirmidzi, Ibnu Majah dan Al-Baihaqi)
Dan bulan Ramdhan ditutup dengan kewajiban membayar shodaqoh atau zakat Fitrah. Semua itu merupakan bentuk kepedualian sosial dalam Islam kepada kaum fakir dan miskin, apalagi
kebutuhan untuk belanja pada bulan Ramadhan dan menjelang Idul Fitri biasanya meningkat, maka solidaritas ini sangat dituntut dari para aghniya untuk berbagi dan membahagiakan kaum fakir dan miskin. Bulan Ramadhan merupakan bulan tarbiyah (Syahrut Tarbiyah), kesempatan Ramadhan harus dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh seluruh orang-orang beriman, para da’i dan ulama untuk melakukan tarbiyah, dakwah dan gerakan reformasi (harakatul ishlah). Membuka pintu-pintu hidayah dan menebar kasih sayang bagi sesama. Meningkatkan kepekaan untuk menolak kezhaliman dan kemaksiatan. Menyebarkan syiar Islam dan meramaikan masjid dengan
aktifitas ta’lim, kajian kitab, diskusi, ceramah dll, sampai terwujud perubahan-perubahan yang esensial dan positif dalam berbagai bidang kehidupan. Ramadhan bukan bulan istirahat yang menyebabkan mesin-mesin kebaikan berhenti bekerja, tetapi momentum tahunan terbesar untuk segala jenis kebaikan, sehingga kebaikan itulah yang dominan atas keburukan. Dan dominasi kebaikan itu terus bertahan sampai bertemu Ramadhan kembali, bahkan meningkat secara kualitas dan kuantitas. Di antara keistimewaan bulan Ramadhan yaitu, bulan Jihad (Syahrul Jihad), Jihad merupakan
puncak ajaran Islam, rahasia kemulian dan kejayaan umat Islam. Sedangkan landasan jihad adalah keimanan yang kuat, kesucian dan kebersihan jiwa. Oleh karenannya semangat jihad tumbuh subur di bulan Ramadhan, dan ini adalah momentum yang sangat tepat untuk menumbuhkan ruhul jihad dalam tubuh umat Islam untuk membangkitkan kembali kemuliaan Islam dan umatnya. Sejarah telah membuktikan bahwa bulan Ramadhan adalah bulan yang penuh dengan gerakan jihad. Parang Badar Al-Kubra, Fathu Makkah, Pembebasan Palestina oleh Shalahuddin Al-Ayyubi, Perang Ain Jalut yang dapat menaklukkan tentara Mongol, Penaklukkan Andalusia oleh pahlawan Tariq bin Ziyaad, Kemerdekaan Indonesia dll, semuanya terjadi pada bulan Ramadhan.
Esensi dan pesan Jihad dalam Islam adalah kehidupan, kemakmuran, pencerahan, penyatuan, pendidikan, pembangunan dan perubahan yang bermuara pada peningkatan kualitas kehidupan dan peradaban Islam yang menebarkan rahmat bagi alam semesta.
Dan ciri khas dari bulan Ramadhan lainnya adalah bulan kesabaran (Syahrus Shabr),
kesabaran dalam melaksanakan seluruh bentuk ketaatan dan kebaikan, kesabaran dalam meninggalkan kemaksiatan dan kesabaran dalam menjalani ujian. Kesabaran dalam berjamaah dan beramal jamai, kesabaran dalam berkeluarga, mendidik anak dan bermasyarakat, kesabaran dalam menghadapi fitnah, kesabaran dalam berukhuwah, kesabaran dalam memberi dan menerima nasehat Pembelajaran kesabaran itu berawal dari puasa, kemudian terus meningkat sampai pada kesabaran dalam jihad, maka sampailah pada predikat muttaqin
sebagai buah dari seluruh rangkaian ibadah Ramdahan, dan inilah hakekat dari kesuksesanyang sejati. Allah berfirman:
Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga dan bertakwalah kepada Allah, supaya kamu beruntung” (QS Ali Imran 200).
Semoga Allah SWT menerima shiyam dan ibadah kita dan mudah-mudahan tarhib ini dapat membangkitkan semangat amal, dakwah dan jihad kita sekalian sehingga membuka peluang bagi terwujudnya Indonesia dan seluruh dunia Islam yang lebih baik, lebih aman, lebih adil dan lebih sejahtera dengan mendapat ridha Allah.
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh

Makanan Yang Menyebabkan Asam Urat

Seringkali setiap kali ada rasa ngilu di sendi, langsung dianggap asam urat, ini rupanya sudah menjadi semacam mitos dalam masyarakat, lebih lebih lagi keadaan ini diperkuat dengan adanya iklan dari pabrik jamu atau obat tradisional.untuk memastikan ngilu2 atau sendi bengkak itu asam urat diperlukan pemeriksaan laboratorium.

Jadi nggak semua nyeri sendi atau sendi bengkak itu asam urat. Yang dimaksud asam urat adalah kristal-kristal asam yang merupakan hasil akhir dari metabolisme purin, purin ini terdapat pada tubuh kita secara normal dan dapat dijumpai pada makanan yang terutama berasal dari tanaman atau hewan. Ada beberapa jenis makanan atau minuman yang bisa meningkatkan asam urat, nanti akan digolongkan dibagian bawah.

Yang paling inti sebetulnya setiap kita mempunyai asam urat, karena asam ini merupakan hasil dari metabolisme normal, tetapi kadarnya harus dijaga dan tidak boleh sampai kelebihan. Normalnya tubuh kita hanya memerlukan sekitar 15% tambahan purin, sedangkan sisanya tubuh bisa menyediakan sendiri, kalau kita terlalu banyak makan makanan yang mengandung purin, maka kadar asam urat akan melebihi kadar normal, yaitu diatas 7 mg/dl, ini akan mengakibatkan sendi ngilu dan bengkak, yang paling khas adalah sendi yang terkena yaitu
terutama sendi ibu jari kaki (podagra). Tentang penggolongan makanan yang mengandung asam urat Sbb :

I. Golongan Makanan yang mengandung purin tinggi :
Jerohan ( Hati, Ginjal, Otak , Jantung, Paru, Usus, dll ), Golongan Ikan Laut ( Udang,
tongkol, sarden, tengiri, kerang, kepiting, lobster, cumi cumi, remis,dll ), Ekstrak Daging (
abon, dendeng ), Ragi/ tape, Makanan kalengan dan makanan yang mengandung alkohol.

II. Golongan makanan yang mengandung purin sedang :
Daging sapi, kacang kacangan, kol, bayam, kangkung, buncis, daun singkong, daun pepaya,
jamur, asparagus.

III. Golongan makanan yang mengandung purin rendah :
Buah buahan, sayur mayur, susu, telur, keju.

Jadi bagi anda yang mempunyai kadar asam urat lebih dari 7 sebaiknya menghindari makanan yang mengandung purin tinggi dan membatasi/mengurangi makanan yang mengandung purin sedang, sehingga sendi sendi anda akan selalu sehat.

Internet Dapat Mencegah Pikun.

Ini adalah berita gembira bagi para netters dan bloggers pada umumnya sekaligus bagi para lanjut usia ( lansia ) khususnya.

Karena dengan mengakses internet, kita tidak hanya dapat mengetahui informasi tetapi dengan surfing di dunia maya ini, dapat membantu untuk memperbaiki dan melatih fungsi otak.

Dan ini, khususnya bagi lansia, dapat mencegah pikun (dementia) yang seringkali mengancam orang lanjut usia, karena dengan mengakses internet berarti kita sudah melakukan atau melibatkan otak dalam sebuah aktivitas yang cukup rumit sehingga fungsi otak tetap dapat dipertahankan.

Dengan surfing di internet, ibaratnya kita seperti membaca sebuah buku, sehingga bagian otak yang berfungsi untuk pengendalian bahasa, pengendalian daya ingat dan daya visual akan ikut bekerja, bahkan menambahkan aktivitas tambahan bagi otak yaitu untuk pengendalian keputusan dan pertimbangan.

Ini yang membedakannya dengan membaca, karena bila kita surfing di internet maka kita akan dihadapkan dengan berbagai macam pilihan informasi yang harus kita pilih atau kita klik, dengan adanya keputusan yang harus dibuat inilah aktivitas bagian otak untuk pembuatan keputusan dan pertimbangan akan terus diasah.

Nah, bila lansia sering2 mencari informasi di internet akan menghambat sejumlah proses penuaan pada otak seperti pengurangan atau penciutan aktivitas sel otak dan akan membuat orang tua ini tetap segar ingatannya.

Ada juga beberapa kegiatan lain yang disinyalir dapat juga mencegah dementia/pikun yaitu bermain puzzle, bermain musik, main catur dan juga harus dibantu dengan menjaga makanan dengan gizi yang seimbang dan tidak lupa pula dengan olah raga yang teratur.

Kenapa bila berpuasa badan loyo?

Sebelumnya, makasih udah berkunjung ke sini, jangan lupa  baca artikel  lain.
Sebenarnya wajar saja bila seseorang yang berpuasa mengalami loyo atau tidak bertenaga, ini bisa disebabkan karena keadaan Hipoglikemia, yaitu kadar gula dalam darah menurun, padahal gula ini juga diperlukan sebagai sumber energi.

Keadaan diatas diperparah dengan kebiasaan yang salah waktu berpuasa yaitu makan secara berlebihan waktu sahur atau buka, tidur berlebihan dan tidak pernah berolah raga, sehingga akan timbul keadaan yang tidak sehat seperti loyo dan tidak bertenaga, bila keadaan seperti diatas dibiarkan terus akan menimbulkan peningkatan berat badan dan badanmenjadi kurang fit.

Biar tidak loyo bisa mencoba tips dibawah ini :

Bila sahur jangan makan berlebihan, utamakan menu yang kaya serat seperti sayur dan buah. Mengapa? karna tubuh kita memerlukan waktu yang lebih lama untuk mencerna makanan yang tinggi serat, jadi nutrisi yang diserap dan dijadikan sumber energi juga akan secara bertahap,otomatis saat kita aktivitas pagi hari akan senantiasa bugar karena adanya sumber energi yang diserap secara bertahap ini.

Terus sebelum waktu sahur habis, ditambah sedikit makanan yang mengandung karbohidrat, supaya kadar gula tidak turun tetapi tetap stabil terus.

Saat buka puasa sebaiknya jangan balas dendam dengan makan sebanyak banyaknya, apalagi yang diminum atau dimakan yang manis manis, karena ini akan memicu peningkatan kadar gula dan penuaan. Yang paling baik adalah minum jus buah tetapi jangan terlalu manis ditambah dengan buah kurma. Jangan terlalu banyak juga minum minuman yang mengandung santan, ini akan meningkatkan kadar trigliserida darah.

Trus jangan lupa biar pencernaan baik dan buang air besar teratur harus minum air putih minimal 8 gelas sehari, yaitu pagi waktu sahur 3 gelas dan sisanya setelah buka puasa.

Jangan langsung tidur setelah sahur, tunggu beberapa saat, krn tubuh kita memerlukan waktu untuk mencerna makanan ini, bila langsung tidur maka makanan akan lambat dicerna dan ini akan mengakibatkan pencernaan tidak optimal. Sebaiknya setelah sahur jalan pagi selama beberapa menit setelah itu bebas. Bila dijalankan pasti tubuh akan tetap bugar selama berpuasa.

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More
About The Author
Nama saya Dimas Yanuar Permadi pemilik Dimas Dhiyau'ur Rahman Blog saya melakukan kegiatan Blogging untuk menambah Ilmu dan memeberi Ilmu pada Anda...